PRINSIP DALAM FRANCHISE
Jika setiap pemilik waralaba mengikuti prinsip-prinsip
ini dari desain dan awal waralaba mereka untuk pertumbuhan dan pengembangannya,
waralaba mereka akan berkembang.
1. Mengungkapkan manfaat berinvestasi dalam waralaba
tanpa mengucilkan
Dalam pemasaran dan penjualan waralaba jujur dan hindari
menciptakan harapan palsu. Setelah 35 tahun dalam industri waralaba, salah satu
kesalahan paling sering yang pernah saya lihat, adalah menyiratkan bahwa
mencapai kesuksesan waralaba lebih mudah daripada yang sebenarnya. Lebih baik
kehilangan kandidat untuk representasi atau pengungkapan yang jujur, daripada
mendapatkan franchisee baru berdasarkan harapan yang tidak realistis.
2. Melatih dan siapkan waralaba baru dengan benar Semua
franchisee baru harus dilatih dengan baik dan siap sepenuhnya untuk
mengendalikan waralaba baru. Beberapa waralaba startup berhemat dalam
pelatihan, karena kurangnya modal atau untuk menghemat uang. Jika pemilik
waralaba tidak dapat memberikan pelatihan berkualitas kepada pewaralaba baru
mereka, lebih baik menunggu hingga mereka dapat. Setelah pelatihan, mayoritas
franchisee baru berdiri sendiri.
3. Franchisors dapat mencapai ROI yang menguntungkan
tanpa harus memberikan kinerja yang luar biasa Ketika membangun elemen dari
waralaba baru, itu harus terstruktur sehingga franchisee dapat menghasilkan
uang. Perusahaan yang menambah biaya royalti dan biaya lain ke dalam operasi
perusahaan yang sedikit menguntungkan, akan membuat banyak waralaba baru mereka
gagal. Tujuannya tidak bisa lebih jelas.
4. Ukur kinerja waralaba Evaluasi kinerja keuangan
waralaba secara terjadwal. Tanpa mengetahui bagaimana kinerja franchisee, akan
sulit jika tidak mustahil untuk mengetahui seberapa baik kinerja program
waralaba secara keseluruhan. Tanpa pengetahuan ini, seorang pemilik waralaba
akan kekurangan informasi yang dibutuhkan untuk membuat keputusan strategis
yang penting.
5. Pikirkan keuntungan jangka panjang dibandingkan dengan
manfaat jangka pendek
Sebelum membuat keputusan penting yang akan memengaruhi
pewaralaba, penting untuk mengukur secara akurat dampak perubahan yang akan
terjadi pada masing-masing waralaba dan jaringan secara keseluruhan.
Waralaba tetap menjadi model bisnis yang sukses, di mana
individu dapat memiliki dan mengoperasikan bisnis mereka sendiri dengan merek
yang diakui di bawah ketentuan perjanjian waralaba. Sayangnya, tidak semua
franchisee mampu mencapai tingkat kesuksesan yang sama dan beberapa gagal.
Alasan kegagalan terkadang merupakan tanggung jawab
masing-masing pemilik waralaba sementara yang lain karena kekurangan pemilik
waralaba. Jika pemilik waralaba berusaha mengikuti Lima Prinsip Waralaba, maka
peluang untuk sukses bagi mereka dan pewaralaba mereka akan meningkat.
Dengan menggunakan prinsip-prinsip ini sebagai panduan,
mereka akan menetapkan jalur bagi para franchisor untuk mengikuti.
"Berikan setiap orang kesempatan untuk memiliki sepotong kue. Jika pai
tidak cukup besar, buat kue yang lebih besar."Dave Thomas, pendiri Wendy
Info lebih lanjut :
0812-2597-0086 || T-SEL

Tidak ada komentar:
Posting Komentar